Friday, 8 April 2016
Ilmu Grafis: Jenis Kertas Foto
04:40
No comments
Ilmu Grafis: Jenis Kertas Foto: Ilmu grafis tutorial desain macam-macam jenis kertas digital photo printing atau jenis kertas untuk mencetak foto digital dengan kualitas d...
Jenis Kertas Foto
04:38
No comments
Ilmu grafis tutorial desain macam-macam jenis kertas
digital photo printing atau jenis kertas untuk mencetak foto digital dengan
kualitas dan harga yang beragam. Perkembangan alat cetak (printer) sekarang ini
sangat cepat, sampai-sampai kita belum sempat mengenal satu jenis printer,
jenis yang lain sudah beredar dipasaran. Berbeda dengan kertas photo printing
yang cenderung tetap, walaupun ada perbaikan berupa kulitas kertas dan
kekuatannya. Bagi kita yang akan menggeluti dunia Digital Photo Studio mengenal
jenis kertas photo printing wajib hukumnya, karena hal ini berhubungan langsung
dengan kepuasan konsumen.
Bukan berarti harga kertas mahal akan menghasilkan hasil cetakan
optimal, pengetahuan jenis printer (teknologi, rpm dan tinta yang dipakai) dan
jenis kertas foto sangat menentukan hasil akhir cetakan (diluar kemampuan
editing foto). Untuk itu kita perlu mencocokkan jenis printer, jenis tinta, rpm
printer dengan jenis kertas untuk menghasilkan kualitas cetakan foto yang
sesuai bahkan memuaskan konsumen.
Ada beberapa jenis kertas foto printing yang banyak beredar dipasaran,
diantaranya :
1 Matte / Doff paper.
Sangat mudah menyerap tinta sehingga bisa dipakai untuk ngumpetin
kualitas tinta dan printer sekaligus tidak memantulkan cahaya. Mencetak foto warna
bisa dilihat dari kebutuhannya. Kalau untuk dibingkai atau banyak
dipegang-pegang, kertas doff lebih awet dan tidak lengket. Kertas jenis ini
seringkali menjadi rekomendasi untuk kertas cetak foto dengan hasil yang bagus.
2. Sublime Paper
Kertas jenis ini bukan digunakan untuk mencetak foto sebagai pajangan
dirumah, didompet atau untuk dibingkai tetapi kertas ini digunakan sebagai
mediator (media perantara) transfer gambar ke t-shirt (kaos). Jadi bila kita
ingin sebuah gambar dipindahkannya ke t-shirt (kaos) maka gunakanlah jenis
Sublim Paper karena kertas ini mampu memindahkan tinta dengan maksimal ke
t-shirt.
3. Double-Side Paper
Jenis kertas ini mampu digunakan untuk mencetak foto pada kedua
sisinya (depan dan belakang). Kualitas foto yang dihasilkan juga cukup bagus,
tidak terlalu mengkilap dan cenderung doff. Jenis kertas ini cocok digunakan
untuk mencetak pamflet yang biasanya digunakan untuk sarana promosi, sehingga
para konsumen dapat melihat dikedua sisinya.
4. fiber matte
Kertas Fiber Base paling tahan lama, karena dia menggunakan kertas
dengan pH netral ( biasa di sebut Archival Paper ).
5. Pemium Glossy foto Paper
Kertas jenis ini biasa disebut oleh para penggunanya dengan sebutan
high glossy, kertas jenis ini mampu menghasilkan cetakan dengan efek yang lebih
mengkilap. Kertas jenis ini sangat cocok untuk mengcetak foto dengan resolusi
tinggi. Walaupun harga kertas ini lebih mahal tetapi jika kita gunakan, akan
menghasilkan cetakan foto yang maksimal dan lebih cerah.
6. Sticker Glossy foto Paper
Sering kita menjumpai sticker
yang menampilkan foto dengan warna dasar kertas putih dan mengkilap, jenis ini
sangat cocok untuk keperluan pembuatan sticker serta mampu mencetak foto
beresolusi tinggi.
7. Laster foto Paper
Laster foto paper biasanya digunakan untuk keperluan dokumenter karena
jenis kertas ini sangat awet bahkan bisa bertahan hingga puluhan tahun, tidak
mudah pudar, mampu menghasilkan efek doff, dan sangat cocok untuk foto dengan
resolusi tinggi. Permukaan kertas yang mirip kulit jeruk adalah ciri khas untuk
membedakan dengan jenis kertas lain. Ketahanan hasil cetakan membuat para
konsumen puas, mungkin jenis ini bisa menjadi pertimbangan jika kita ingin
serius didunia digital foto printing.
8. Glossy foto Paper / glanz paper
Kertas ini merupakan jenis standar cetak foto. Dengan jenis kertas
yang mengkilap, permukaan memantulkan cahaya, permukaan lebih lengket terhadap
kaca pigura dan putih mampu menghasilkan cetakan yang standar. Dapat digunakan
untuk foto resolusi tinggi dan harga kertas yang relatif murah (standar cetak
foto).
9. Canvas Paper
Jenis kertas ini jika kita gunakan untuk mencetak foto akan
menghasilkan cetakan dengan sentuhan canvas layaknya sebuah lukisan. Hasil
akhir cetakan akan menampilkan foto yang persis dengan kertas canvas.
10. Inkjet Paper
Kertas ini kurang cocok untuk keperluan digital foto printing, jenis
kerta inkjet ini biasanya digunakan untuk keperluan grafis, seperti mencetak
sketsa gambar, proof arsitektur rumah, grafik bar, dan sebagainya. Kualitas
kertasnya lebih bagus dari jenis HVS karena serapan pada tinta lebih bagus dan
cepat kering.
11. Metallic paper
Seperti glossy, tapi lebih mengkilap lagi, ada sedikit warna keemasan
/metalik. Metallic paper mempunyai permukaan halus dan terlihat agak mengkilat.
Sangat cocok dengan namanya karena ada titik-titik metallic pada permukaan
kertas ini.
12. Metallic + laminating paper
Hampir sama dengan metallic paper namun pada salah satu sisi ada
plastik atau sejenisnya yang menutupi.
13. silky paper
Permukaan kertas lembut namun tidak mengkilat. Daya lekat tinta cukup
tinggi sehingga tinta tidak mudah bercecer. Sekaligus bagian permukaan kertas
ini tidak mudah terbawa oleh head printer membuat hasil cetakan menjadi lebih
baik.
Itulah jenis-jenis kertas yang
banyak beredar dipasaran, tetapi sebenarnya masih banyak jenis lainnya. Jenis
yang sudah dijelaskan adalah yang paling mudah untuk ditemukan disekitar kita.
Kemampuan kita sangat mempengaruhi hasil akhir cetakan, dengan mengenal jenis
kertas memudahkan kita menyesuaikan dengan keperluan cetak. Setiap merk kertas
mempunyai tingkat daya serap tinta yang berbeda yang juga akan berpengaruh pada
hasil cetakan. Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan penjual kertas (grosir)
untuk mengetahui hasil lebih detail atau mencobanya satu persatu untuk
mendapatkan pengalaman. Namun jika sekedar mini studio, ambil kertas glossy dan
doff sudah mencukupi.Semoga Anda menikmati artikel ini dan jangan lupa
bergabung dengan teman-teman yang lain di Facebook Kadek Nanda, dan ikuti Twitter
saya Kadeksunan.
Bila ada yang ditanyakan, saran,
tanggapan dan ide kreatif silakan isi pada komentar, saya akan mencoba menjawab
secepat dan sebaik mungkin.
Monday, 4 April 2016
Ilmu Grafis
07:28
No comments
Ilmu grafis belajar
desain tutorial bagaimana cara memulai bisnisdan usaha studio foto rumahan atau
photo studio kecil-kecilan dengan budget minimal? Ini cukup mudah dan murah.
Anda dapat memulai dengan dasar-dasar wajib, dan membangunnya secara bertahap
dimulai dari sesuatu yang kecil kemudian secara pasti Anda akan memiliki alat
baru sesuai dengan anggaran yang Anda punya dikemudian hari. Baca terus untuk
mengetahui lebih lanjut.
Sebuah studio foto rumahan dapat menjadi serumit studio foto
komersial atau sesederhana seperti selembar kain putih ditempel di dinding dan diterangi
cahaya lampu yang bertebaran. Tergantung pada kebutuhan Anda, studio fotografi membuka
peluang baru bagi fotografer untuk mencari kemungkinan yang lebih kreatif.
Sebelumnya saya membuat artikel cara singkat membuat studio foto mini di rumah yang isinya lebih
ringkas karena tujuannya yang sederhana.
Nyaman dan sesegera mungkin bisa terlaksana, studio fotografi digital
sangat mudah untuk berlatih. Tidak seperti fotografi film,
tidak perlu menggunakan light meter genggam. Dengan setup pencahayaan yang
sederhana, Anda dapat menempatkan kamera point-and-shoot digital Anda untuk
penggunaan profesional, membuat studio potret instan.
1. Sebelum Anda mulai
Ketika berbicara mengenai studio fotografi, kamera SLR
digital atau kamera point-and-shoot dengan jumlah megapiksel besar akan bekerja dengan baik. Berinvestasilah
dengan membeli kartu memori yang lebih besar untuk studio foto rumahan Anda
sekarang untuk menampung hasil bidikan kamera foto dengan resolusi tingkat
tinggi.
Kamera Anda juga harus memiliki layar tampilan yang
memungkinkan Anda untuk memiliki perspektif yang lebih baik pada komposisi
gambar Anda. Sebagian besar kamera digital saat ini memilikinya. Namun, jika
model Anda tidak memiliki monitor, alternatif untuk memeriksa apakah ia
mempunyai fitur video-out yang akan memungkinkan Anda untuk menghubungkan
kamera ke layar monitor sehingga Anda dapat melihat hasilnya secara langsung.
Memiliki tampilan layar juga memiliki keuntungan tambahan untuk membuat subjek
Anda kurang gugup karena Anda dapat mempertahankan kontak mata dengan dia saat Anda
membuat pemotretan.
2. Apa sebenarnya yang Anda butuhkan?
Space alias ruangan. Tidak banyak. Anda bisa menggunakan
sudut ruang tamu Anda, atau jika Anda mau dan bisa, Anda dapat mengkonversi
salah satu kamar Anda menjadi sebuah studio. Dinding studio rumah Anda
sebaiknya di cat menjadi warna putih
sehingga memungkinkan cahaya untuk terpental lebih mudah. Pada saat yang sama,
ini akan memberikan latar belakang
yang lebih baik untuk gambar Anda.
Dinding putih bertindak seperti reflektor ketika Anda
membutuhkan mereka, dan jika Anda tidak, mereka netral dan tidak akan
membuat warna menjadi berhamburan. Tergantung
pada anggaran Anda, studio rumah Anda dapat secanggih seperti yang dilakukan
oleh sebuah studio profesional dengan lampunya yang mengesankan atau hanya
setup sederhana dengan lembaran ditempel ke dinding dan sebuah lampu sorot.
3. Alat yang dipakai
Tripod. Seperti kita semua tahu, tripod adalah benda
yang harus dimiliki ketika bicara mengenai studio fotografi. Ada beberapa jenis
tripod, biasanya tinggi dan mobilitasnya bervariasi. Anda mungkin telah
memperhatikan bahwa para profesional cenderung menggunakan tripod beroda, yang
tidak diperlukan ketika datang ke sebuah studio rumah. Anda hanya perlu tripod
stand sederhana sebagai dukungan.
Cahaya. Ada dua pilihan untuk melakukan hal ini. Anda
juga dapat menggunakan cahaya yang tersedia atau cahaya buatan. Cahaya yang
tersedia dapat diperoleh jika Anda memiliki jendela di studio rumah Anda dengan
cara membiarkannya tetap terbuka dan memungkinkan cahaya untuk jatuh ke dalam
ruangan. Atau, Anda dapat menggunakan cahaya buatan yang persis apa yang paling
diandalkan fotografer. Ini biasanya lampu penerangan umum atau lampu panas.
Lampunya yang berkedip sinkron dengan kamera rana Anda dan kemudian berhenti.
Lampu panas dapat Anda pakai di sepanjang waktu saat Anda membidik tanpa
dimatikan dan lebih mudah untuk pemula kuasai karena apa yang Anda lihat adalah
apa yang Anda dapatkan.
Payung. Ini bukan varian payung hujan Anda, tetapi
apa yang Anda gunakan untuk meredupkan pencahayaan. Softbox A akan bekerja
dengan baik. Anda dapat menggunakan karakter apapun dari kertas seamless putih
menjadi muslin, untuk kanvas lukis untuk latar belakang
/ back drop. Jika Anda merasa kreatif dan ingin menyimpan uang, cat latar belakang
Anda sendiri dengan cat akrilik dan gunakan kanvas polos, Anda bisa membeli di
toko peralatan seni.
Reflektor. Sekarang kita memiliki cahaya, apa lagi
yang kita butuhkan? Berikutnya dalam daftar adalah reflektor untuk
menghilangkan bayangan jelek. Anda tidak perlu membeli jenis reflektor yang
seorang fotografer profesional gunakan, karena hal ini sangat mungkin mahal.
Yang Anda perlukan adalah permukaan dasarn putih, seperti karton putih atau
papan gambar, untuk menghilangkan bayangan / shadow yang membuat jelek foto
selama proses pemotretan.
Alat peraga. Bagi Anda yang tertarik foto potret,
Anda mungkin perlu untuk mempertimbangkan property. Mereka tidak perlu rumit,
tetapi sederhana seperti warnapakaian yang
berbeda, meja, vas bunga, patung-patung atau kursi. Untuk menjad Anda mungkin
perlu memilih yang atasnya kaca yang elegan dan juga dapat memungkinkan Anda
untuk membuat efek pencahayaan khusus.
Software.
Studio foto biasanya tidak harus berurusan dengan proses editing saat bidikan
pemotretan selesai. Hal ini biasanya akan ditangani bagian laboratorium foto
(orang lain, bagian tersendiri). Seperti menggunakan perangkat lunak di ujung
studio. Pertama dan terutama Photoshop untuk
retouch dan warna yang benar, juga Adobe Lightroom atau Aperture Apel sebagai
aset besar untuk membantu dengan koreksi warna Anda dan retouching. Jika photoshop terlalu mahal mungkin Anda
perlu membaca artikel berikut.
Kenapa harus dipisah, ada bagian sendiri-sendiri? karena
memungkinkan Anda untuk menguasai lebih dalam atas apa yang menjadi tugas Anda.
Biasanya photografer bekerja minimal dua atau tiga orang untuk mengelola sebuah
proyek pemotretan, yang memungkinkan mencapai hasil paling maksimal. Ada
fotografer, dan ada editor.
Semoga Anda menikmati artikel ini dan jangan lupa bergabung
dengan teman-teman yang lain di Facebook Kadek Nanda ,
dan ikuti Kadek Nanda saya.
Jika Anda menyukai artikel-artikel dari saya jangan lupa untuk memasukkannya dalam subscribe ke blogger saya terimakasih











