Nanda Desain

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, 8 April 2016

Ilmu Grafis: Jenis Kertas Foto

Ilmu Grafis: Jenis Kertas Foto: Ilmu grafis tutorial desain macam-macam jenis kertas digital photo printing atau jenis kertas untuk mencetak foto digital dengan kualitas d...

Jenis Kertas Foto

Ilmu grafis tutorial desain macam-macam jenis kertas digital photo printing atau jenis kertas untuk mencetak foto digital dengan kualitas dan harga yang beragam. Perkembangan alat cetak (printer) sekarang ini sangat cepat, sampai-sampai kita belum sempat mengenal satu jenis printer, jenis yang lain sudah beredar dipasaran. Berbeda dengan kertas photo printing yang cenderung tetap, walaupun ada perbaikan berupa kulitas kertas dan kekuatannya. Bagi kita yang akan menggeluti dunia Digital Photo Studio mengenal jenis kertas photo printing wajib hukumnya, karena hal ini berhubungan langsung dengan kepuasan konsumen.
Bukan berarti harga kertas mahal akan menghasilkan hasil cetakan optimal, pengetahuan jenis printer (teknologi, rpm dan tinta yang dipakai) dan jenis kertas foto sangat menentukan hasil akhir cetakan (diluar kemampuan editing foto). Untuk itu kita perlu mencocokkan jenis printer, jenis tinta, rpm printer dengan jenis kertas untuk menghasilkan kualitas cetakan foto yang sesuai bahkan memuaskan konsumen.

Ada beberapa jenis kertas foto printing yang banyak beredar dipasaran, diantaranya :

1 Matte / Doff paper. 
Sangat mudah menyerap tinta sehingga bisa dipakai untuk ngumpetin kualitas tinta dan printer sekaligus tidak memantulkan cahaya. Mencetak foto warna bisa dilihat dari kebutuhannya. Kalau untuk dibingkai atau banyak dipegang-pegang, kertas doff lebih awet dan tidak lengket. Kertas jenis ini seringkali menjadi rekomendasi untuk kertas cetak foto dengan hasil yang bagus.
2. Sublime Paper
Kertas jenis ini bukan digunakan untuk mencetak foto sebagai pajangan dirumah, didompet atau untuk dibingkai tetapi kertas ini digunakan sebagai mediator (media perantara) transfer gambar ke t-shirt (kaos). Jadi bila kita ingin sebuah gambar dipindahkannya ke t-shirt (kaos) maka gunakanlah jenis Sublim Paper karena kertas ini mampu memindahkan tinta dengan maksimal ke t-shirt.

3. Double-Side Paper
Jenis kertas ini mampu digunakan untuk mencetak foto pada kedua sisinya (depan dan belakang). Kualitas foto yang dihasilkan juga cukup bagus, tidak terlalu mengkilap dan cenderung doff. Jenis kertas ini cocok digunakan untuk mencetak pamflet yang biasanya digunakan untuk sarana promosi, sehingga para konsumen dapat melihat dikedua sisinya.

4. fiber matte
Kertas Fiber Base paling tahan lama, karena dia menggunakan kertas dengan pH netral ( biasa di sebut Archival Paper ).

5. Pemium Glossy foto Paper
Kertas jenis ini biasa disebut oleh para penggunanya dengan sebutan high glossy, kertas jenis ini mampu menghasilkan cetakan dengan efek yang lebih mengkilap. Kertas jenis ini sangat cocok untuk mengcetak foto dengan resolusi tinggi. Walaupun harga kertas ini lebih mahal tetapi jika kita gunakan, akan menghasilkan cetakan foto yang maksimal dan lebih cerah.
6. Sticker Glossy foto Paper
Sering kita menjumpai sticker yang menampilkan foto dengan warna dasar kertas putih dan mengkilap, jenis ini sangat cocok untuk keperluan pembuatan sticker serta mampu mencetak foto beresolusi tinggi.

7. Laster foto Paper
Laster foto paper biasanya digunakan untuk keperluan dokumenter karena jenis kertas ini sangat awet bahkan bisa bertahan hingga puluhan tahun, tidak mudah pudar, mampu menghasilkan efek doff, dan sangat cocok untuk foto dengan resolusi tinggi. Permukaan kertas yang mirip kulit jeruk adalah ciri khas untuk membedakan dengan jenis kertas lain. Ketahanan hasil cetakan membuat para konsumen puas, mungkin jenis ini bisa menjadi pertimbangan jika kita ingin serius didunia digital foto printing.

8. Glossy foto Paper / glanz paper
Kertas ini merupakan jenis standar cetak foto. Dengan jenis kertas yang mengkilap, permukaan memantulkan cahaya, permukaan lebih lengket terhadap kaca pigura dan putih mampu menghasilkan cetakan yang standar. Dapat digunakan untuk foto resolusi tinggi dan harga kertas yang relatif murah (standar cetak foto).

9. Canvas Paper
Jenis kertas ini jika kita gunakan untuk mencetak foto akan menghasilkan cetakan dengan sentuhan canvas layaknya sebuah lukisan. Hasil akhir cetakan akan menampilkan foto yang persis dengan kertas canvas.

10. Inkjet Paper
Kertas ini kurang cocok untuk keperluan digital foto printing, jenis kerta inkjet ini biasanya digunakan untuk keperluan grafis, seperti mencetak sketsa gambar, proof arsitektur rumah, grafik bar, dan sebagainya. Kualitas kertasnya lebih bagus dari jenis HVS karena serapan pada tinta lebih bagus dan cepat kering.

11. Metallic paper
Seperti glossy, tapi lebih mengkilap lagi, ada sedikit warna keemasan /metalik. Metallic paper mempunyai permukaan halus dan terlihat agak mengkilat. Sangat cocok dengan namanya karena ada titik-titik metallic pada permukaan kertas ini.

12. Metallic + laminating paper
Hampir sama dengan metallic paper namun pada salah satu sisi ada plastik atau sejenisnya yang menutupi.

13. silky paper
Permukaan kertas lembut namun tidak mengkilat. Daya lekat tinta cukup tinggi sehingga tinta tidak mudah bercecer. Sekaligus bagian permukaan kertas ini tidak mudah terbawa oleh head printer membuat hasil cetakan menjadi lebih baik.
Itulah jenis-jenis kertas yang banyak beredar dipasaran, tetapi sebenarnya masih banyak jenis lainnya. Jenis yang sudah dijelaskan adalah yang paling mudah untuk ditemukan disekitar kita. Kemampuan kita sangat mempengaruhi hasil akhir cetakan, dengan mengenal jenis kertas memudahkan kita menyesuaikan dengan keperluan cetak. Setiap merk kertas mempunyai tingkat daya serap tinta yang berbeda yang juga akan berpengaruh pada hasil cetakan. Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan penjual kertas (grosir) untuk mengetahui hasil lebih detail atau mencobanya satu persatu untuk mendapatkan pengalaman. Namun jika sekedar mini studio, ambil kertas glossy dan doff sudah mencukupi.Semoga Anda menikmati artikel ini dan jangan lupa bergabung dengan teman-teman yang lain di Facebook Kadek Nanda, dan ikuti Twitter saya Kadeksunan

Bila ada yang ditanyakan, saran, tanggapan dan ide kreatif silakan isi pada komentar, saya akan mencoba menjawab secepat dan sebaik mungkin.

Monday, 4 April 2016

Ilmu Grafis


Ilmu grafis belajar desain tutorial bagaimana cara memulai bisnisdan usaha studio foto rumahan atau photo studio kecil-kecilan dengan budget minimal? Ini cukup mudah dan murah. Anda dapat memulai dengan dasar-dasar wajib, dan membangunnya secara bertahap dimulai dari sesuatu yang kecil kemudian secara pasti Anda akan memiliki alat baru sesuai dengan anggaran yang Anda punya dikemudian hari. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut.
Sebuah studio foto rumahan dapat menjadi serumit studio foto komersial atau sesederhana seperti selembar kain putih ditempel di dinding dan diterangi cahaya lampu yang bertebaran. Tergantung pada kebutuhan Anda, studio fotografi membuka peluang baru bagi fotografer untuk mencari kemungkinan yang lebih kreatif. Sebelumnya saya membuat artikel cara singkat membuat studio foto mini di rumah yang isinya lebih ringkas karena tujuannya yang sederhana.
Nyaman dan sesegera mungkin bisa terlaksana, studio fotografi digital sangat mudah untuk berlatih. Tidak seperti fotografi film, tidak perlu menggunakan light meter genggam. Dengan setup pencahayaan yang sederhana, Anda dapat menempatkan kamera point-and-shoot digital Anda untuk penggunaan profesional, membuat studio potret instan.

1. Sebelum Anda mulai

Ketika berbicara mengenai studio fotografi, kamera SLR digital atau kamera point-and-shoot dengan jumlah megapiksel besar akan bekerja dengan baik. Berinvestasilah dengan membeli kartu memori yang lebih besar untuk studio foto rumahan Anda sekarang untuk menampung hasil bidikan kamera foto dengan resolusi tingkat tinggi.
Kamera Anda juga harus memiliki layar tampilan yang memungkinkan Anda untuk memiliki perspektif yang lebih baik pada komposisi gambar Anda. Sebagian besar kamera digital saat ini memilikinya. Namun, jika model Anda tidak memiliki monitor, alternatif untuk memeriksa apakah ia mempunyai fitur video-out yang akan memungkinkan Anda untuk menghubungkan kamera ke layar monitor sehingga Anda dapat melihat hasilnya secara langsung. Memiliki tampilan layar juga memiliki keuntungan tambahan untuk membuat subjek Anda kurang gugup karena Anda dapat mempertahankan kontak mata dengan dia saat Anda membuat pemotretan.

2. Apa sebenarnya yang Anda butuhkan?

Space alias ruangan. Tidak banyak. Anda bisa menggunakan sudut ruang tamu Anda, atau jika Anda mau dan bisa, Anda dapat mengkonversi salah satu kamar Anda menjadi sebuah studio. Dinding studio rumah Anda sebaiknya di cat menjadi warna putih sehingga memungkinkan cahaya untuk terpental lebih mudah. Pada saat yang sama, ini akan memberikan latar belakang yang lebih baik untuk gambar Anda.

Dinding putih bertindak seperti reflektor ketika Anda membutuhkan mereka, dan jika Anda tidak, mereka netral dan tidak akan membuat warna menjadi berhamburan. Tergantung pada anggaran Anda, studio rumah Anda dapat secanggih seperti yang dilakukan oleh sebuah studio profesional dengan lampunya yang mengesankan atau hanya setup sederhana dengan lembaran ditempel ke dinding dan sebuah lampu sorot.

3. Alat yang dipakai

Tripod. Seperti kita semua tahu, tripod adalah benda yang harus dimiliki ketika bicara mengenai studio fotografi. Ada beberapa jenis tripod, biasanya tinggi dan mobilitasnya bervariasi. Anda mungkin telah memperhatikan bahwa para profesional cenderung menggunakan tripod beroda, yang tidak diperlukan ketika datang ke sebuah studio rumah. Anda hanya perlu tripod stand sederhana sebagai dukungan.
Cahaya. Ada dua pilihan untuk melakukan hal ini. Anda juga dapat menggunakan cahaya yang tersedia atau cahaya buatan. Cahaya yang tersedia dapat diperoleh jika Anda memiliki jendela di studio rumah Anda dengan cara membiarkannya tetap terbuka dan memungkinkan cahaya untuk jatuh ke dalam ruangan. Atau, Anda dapat menggunakan cahaya buatan yang persis apa yang paling diandalkan fotografer. Ini biasanya lampu penerangan umum atau lampu panas. Lampunya yang berkedip sinkron dengan kamera rana Anda dan kemudian berhenti. Lampu panas dapat Anda pakai di sepanjang waktu saat Anda membidik tanpa dimatikan dan lebih mudah untuk pemula kuasai karena apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan.

Payung. Ini bukan varian payung hujan Anda, tetapi apa yang Anda gunakan untuk meredupkan pencahayaan. Softbox A akan bekerja dengan baik. Anda dapat menggunakan karakter apapun dari kertas seamless putih menjadi muslin, untuk kanvas lukis untuk latar belakang / back drop. Jika Anda merasa kreatif dan ingin menyimpan uang, cat latar belakang Anda sendiri dengan cat akrilik dan gunakan kanvas polos, Anda bisa membeli di toko peralatan seni.

Reflektor. Sekarang kita memiliki cahaya, apa lagi yang kita butuhkan? Berikutnya dalam daftar adalah reflektor untuk menghilangkan bayangan jelek. Anda tidak perlu membeli jenis reflektor yang seorang fotografer profesional gunakan, karena hal ini sangat mungkin mahal. Yang Anda perlukan adalah permukaan dasarn putih, seperti karton putih atau papan gambar, untuk menghilangkan bayangan / shadow yang membuat jelek foto selama proses pemotretan.

Alat peraga. Bagi Anda yang tertarik foto potret, Anda mungkin perlu untuk mempertimbangkan property. Mereka tidak perlu rumit, tetapi sederhana seperti warnapakaian yang berbeda, meja, vas bunga, patung-patung atau kursi. Untuk menjad Anda mungkin perlu memilih yang atasnya kaca yang elegan dan juga dapat memungkinkan Anda untuk membuat efek pencahayaan khusus.
Software. Studio foto biasanya tidak harus berurusan dengan proses editing saat bidikan pemotretan selesai. Hal ini biasanya akan ditangani bagian laboratorium foto (orang lain, bagian tersendiri). Seperti menggunakan perangkat lunak di ujung studio. Pertama dan terutama Photoshop untuk retouch dan warna yang benar, juga Adobe Lightroom atau Aperture Apel sebagai aset besar untuk membantu dengan koreksi warna Anda dan retouching. Jika photoshop terlalu mahal mungkin Anda perlu membaca artikel berikut.
Kenapa harus dipisah, ada bagian sendiri-sendiri? karena memungkinkan Anda untuk menguasai lebih dalam atas apa yang menjadi tugas Anda. Biasanya photografer bekerja minimal dua atau tiga orang untuk mengelola sebuah proyek pemotretan, yang memungkinkan mencapai hasil paling maksimal. Ada fotografer, dan ada editor.
Semoga Anda menikmati artikel ini dan jangan lupa bergabung dengan teman-teman yang lain di Facebook Kadek Nanda , dan ikuti Kadek Nanda saya. Jika Anda menyukai artikel-artikel dari saya jangan lupa untuk memasukkannya dalam subscribe ke blogger saya terimakasih